PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK BERDASARKAN SDIDTK DI TK PKK 1 YOSODADI
DOI:
https://doi.org/10.55919/jk.v10i1.265Abstract
Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian adalah masih ditemukannya anak usia dini dengan hambatan
perkembangan sosial, seperti kesulitan berinteraksi, berbagi, dan mengikuti aturan, yang diduga dipengaruhi oleh
pola asuh orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pola asuh orang tua terhadap
perkembangan sosial anak usia 4–6 tahun di TK PKK berdasarkan standar Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi
Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK). Latar belakang penelitian ini adalah adanya hambatan sosial pada anak,
seperti kesulitan berinteraksi dan berbagi, yang diduga berkaitan dengan cara pengasuhan. Metode Penelitian
menggunakan desain analitik korelasional dengan rancangan cross-sectional, penelitian ini melibatkan 60
pasangan orang tua dan anak yang dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen yang digunakan meliputi
kuesioner pola asuh (teori Baumrind) dan lembar observasi SDIDTK. Data dianalisis secara univariat dan
bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil dan Kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan distribusi yaitu Pola
Asuh: Mayoritas orang tua menerapkan pola asuh demokratis (51,7%). Perke|mbangan Sosial: Sebagian besar
anak memiliki perkembangan yang sesuai (58,3%). Korelasi: Anak dengan pola asuh demokratis menunjukkan
tingkat perkembangan sosial sesuai yang lebih tinggi (83,9%) dibandingkan pola asuh otoriter atau permisif. Uji
statistik menghasilkan nilai p = 0,001, yang membuktikan adanya pengaruh signifikan antara pola asuh orang tua
terhadap perkembangan sosial anak. Disimpulkan bahwa pola asuh demokratis berkontribusi positif secara
signifikan, sehingga disarankan menjadi basis edukasi bagi orang tua dan pendidik dalam mengoptimalkan
tumbuh kembang anak.
