ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU BERSALIN DENGAN PENERAPAN UPRIGHT POSITION SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN RUPTUR PERINEUM
DOI:
https://doi.org/10.55919/jk.v10i2.279Abstract
Ruptur perineum merupakan salah satu komplikasi persalinan pervaginam yang paling sering terjadi dan berkaitan erat dengan manajemen persalinan, termasuk posisi ibu yang digunakan selama kala I dan kala II. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan kebidanan dengan penerapan mobilisasi posisi upright selama persalinan sebagai upaya pencegahan ruptur perineum. Desain yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan subjek Ny. S, seorang perempuan berusia 35 tahun G3P2A0, di TPMB Bidan Amelia Agustina, Kabupaten Lampung Timur, tahun 2025. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dalam bentuk format SOAP serta partograf. Selama kala I, ibu dibimbing untuk melakukan mobilisasi dengan posisi upright, yaitu berjalan, jongkok, dan menggunakan gymball. Kala I berlangsung selama enam jam dan kala II berlangsung hanya dua puluh menit, jauh lebih singkat dibandingkan rata-rata durasi yang diharapkan pada ibu multipara. Bayi lahir spontan, menangis kuat, dengan berat lahir 3.300 gram. Pada pemeriksaan dua jam pascapersalinan, perineum ditemukan utuh, tanpa robekan dan tanpa luka jahitan. Asuhan kebidanan yang diberikan kepada Ny. S, meliputi mobilisasi posisi upright pada kala I dan perlindungan perineum yang cermat pada kala II, berkaitan dengan persalinan pervaginam spontan tanpa ruptur perineum. Kasus ini menggambarkan potensi manfaat posisi upright sebagai intervensi non-farmakologis dalam asuhan kebidanan yang dapat membantu menjaga keutuhan perineum, sejalan dengan bukti ilmiah yang telah ada, meskipun temuan pada satu kasus tunggal ini tidak dapat digeneralisasikan.
Downloads
Published
Versions
- 2026-09-29 (2)
- 2026-09-28 (1)



