PENGARUH MANAJEMEN SISTEM INFORMASI KESEHATAN TERHADAP KECEPATAN DETEKSI DAN PELAPORAN KASUS TUBERKULOSIS (TBC)
DOI:
https://doi.org/10.55919/jk.v9i2.211Kata Kunci:
Sistem Informasi Kesehatan, Manajemen Informasi, Tuberkulosis, Deteksi Dini, Pelaporan KasusAbstrak
Tuberkulosis (TBC) tetap menjadi isu kesehatan publik yang serius di Indonesia. Kecepatan dalam mendeteksi kasus baru dan melaporakannya ke sistem nasional adalah kunci untuk mengendalikan penyebaran penyakit. Sistem Informasi Kesehatan (SIK) memiliki potensi besar untuk mempercepat proses ini, namun efektivitasnya sangat bergantung pada cara sistem tersebut dikelola. Penelitian ini berfokus pada evaluasi pengaruh manajemen SIK di fasilitas kesehatan primer di Kota Metro. Tujuan: Mengkaji pengaruh manajemen SIK, yang diukur dari kualitas sistem, kualitas informasi, dan kompetensi pengguna, terhadap kecepatan deteksi dan pelaporan kasus TBC. Metode: Studi kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional ini melibatkan 60 petugas kesehatan dari 15 Puskesmas di Kota Metro yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan catatan rekam medis serta log sistem. Analisis regresi linear berganda digunakan untuk menguji hipotesis. Hasil: Analisis menunjukkan bahwa kualitas sistem (β = 0.421; p < 0.05) dan kompetensi pengguna (β = 0.389; p < 0.05) berpengaruh signifikan dan positif terhadap kecepatan deteksi dan pelaporan TBC. Sebaliknya, kualitas informasi (β = 0.112; p > 0.05) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Secara keseluruhan, manajemen SIK berkontribusi sebesar 68.7% (R² = 0.687) terhadap percepatan proses ini. Kesimpulan: Kualitas sistem dan kompetensi pengguna merupakan faktor-faktor kunci dalam mengoptimalkan SIK untuk program penanggulangan TBC di Kota Metro. Temuan ini menegaskan pentingnya investasi pada infrastruktur teknis dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia untuk memperkuat surveilans TBC.
