PENERAPAN MANAJEMEN KESEHATAN BERBASIS PRINSIP MANAJEMEN BISNIS UNTUK MENINGKATKAN KINERJA LAYANAN KESEHATAN: STUDI KASUS DI KOTA METRO DAN SEKITARNYA
DOI:
https://doi.org/10.55919/jk.v10i1.255Abstrak
ABSTRAK
Manajemen kesehatan merupakan tulang punggung penyelenggaraan layanan kesehatan yang berkualitas, efisien,
dan berkeadilan. Di era persaingan global dan transformasi digital, fasilitas layanan kesehatan dituntut untuk
mengadopsi prinsip-prinsip manajemen bisnis modern guna meningkatkan efisiensi operasional, kepuasan pasien,
dan keberlanjutan organisasi. Kota Metro sebagai kota pendidikan di Lampung memiliki potensi besar sebagai
pusat pengembangan manajemen layanan kesehatan berbasis inovasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis
penerapan prinsip-prinsip manajemen bisnis dalam manajemen kesehatan di fasilitas layanan kesehatan di Kota
Metro dan sekitarnya, mengidentifikasi hambatan implementasi, serta merumuskan strategi optimalisasi kinerja
layanan berbasis pendekatan manajerial. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain
explanatory sequential. Tahap pertama berupa survei kuantitatif terhadap 180 tenaga kesehatan dan manajer dari
12 fasilitas layanan kesehatan di Kota Metro menggunakan kuesioner terstruktur (Cronbach Alpha = 0,89). Tahap
kedua berupa wawancara mendalam dan FGD dengan 20 informan kunci untuk memperdalam temuan kuantitatif.
Data dikumpulkan pada periode Februari–Juni 2026. Hasil: Fasilitas kesehatan yang menerapkan prinsip
manajemen bisnis secara komprehensif menunjukkan peningkatan signifikan: indeks kepuasan pasien meningkat
36,8% (dari 61,4 menjadi 84,0 skala 100), efisiensi biaya operasional meningkat 28,3%, produktivitas tenaga
kesehatan meningkat 39,7%, dan angka komplain pasien turun 54,2%. Tiga faktor dominan keberhasilan adalah
kepemimpinan transformasional (OR=4,67), penerapan sistem informasi manajemen kesehatan terintegrasi
(OR=3,89), dan pengembangan SDM berbasis kompetensi (OR=3,21). Integrasi prinsip manajemen bisnis dalam
manajemen kesehatan terbukti secara signifikan meningkatkan kinerja layanan kesehatan di Kota Metro.
Penguatan kapasitas manajerial tenaga kesehatan melalui kolaborasi antara fasilitas kesehatan dan perguruan tinggi
seperti Universitas Wira Buana menjadi kunci percepatan transformasi manajemen layanan kesehatan di daerah.
