MANAJEMEN STRATEGIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN TUBERKULOSIS (TBC) PADA IBU HAMIL: TINJAUAN KEBIJAKAN DAN REKOMENDASI PROGRAM BERBASIS KOMUNITAS
DOI:
https://doi.org/10.55919/jk.v9i2.210Kata Kunci:
Tuberkulosis, Ibu Hamil, Pemberdayaan Masyarakat, Manajemen StrategisAbstrak
Tuberkulosis (TBC) masih menjadi tantangan kesehatan global, dengan Indonesia menduduki peringkat kedua beban kasus tertinggi di dunia, dengan estimasi 969.000 kasus pada tahun 2021. Meskipun kebijakan nasional, seperti Perpres No. 67/2021 , menargetkan penemuan kasus 90%, capaian nasional pada November 2022 baru mencapai 52%, menunjukkan kesenjangan serius dalam deteksi kasus. Kajian ini berfokus pada Kota Metro, Lampung, yang menunjukkan tantangan unik: meskipun tingkat kesembuhan TBC dilaporkan di atas 85% , angka penemuan kasusnya adalah yang terendah di provinsi pada periode 2011-2013, mengindikasikan banyak kasus tersembunyi. Penelitian ini menganalisis bagaimana manajemen strategis dapat mengintegrasikan pemberdayaan masyarakat untuk mengatasi masalah deteksi ini, terutama pada ibu hamil sebuah kelompok yang rentan namun data prevalensinya di Kota Metro masih terbatas. Dengan metode tinjauan pustaka dan analisis kebijakan, penelitian ini mensintesis praktik terbaik dari model pemberdayaan masyarakat yang terbukti efektif. Hasilnya mengidentifikasi perlunya tiga pilar strategis: 1) integrasi skrining TBC ke dalam layanan antenatal (ANC), 2) optimalisasi peran kader sebagai ujung tombak penemuan kasus aktif dan pengawas minum obat (PMO), dan 3) penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mengatasi under-reporting dari fasilitas swasta. Rekomendasi ini memberikan panduan terukur untuk merancang program yang efektif dan berkelanjutan dalam upaya mencapai eliminasi TBC 2030 di Kota Metro.



