EFEKTIVITAS SISTEM INFORMASI KESEHATAN DALAM MEMPERCEPAT DETEKSI DAN PELAPORAN KASUS TUBERKULOSIS: KAJIAN LITERATUR SISTEMATIS
DOI:
https://doi.org/10.55919/jk.v10i1.254Kata Kunci:
Sistem Informasi Kesehatan, Tuberkulosis, Deteksi Dini, Pelaporan, Kajian Literatur SistematisAbstrak
Latar Belakang: Tuberkulosis (TBC) masih merupakan masalah kesehatan yang serius di seluruh dunia, dengan Indonesia menempati posisi kedua tertinggi di dunia. Sistem Informasi Kesehatan (SIK) memiliki peran strategis dalam mempercepat deteksi dan pelaporan kasus TBC, namun efektivitasnya belum tersintesis secara sistematis. Tujuan: Mensintesis bukti efektivitas SIK yang diukur dari aspek kualitas sistem, kualitas informasi, dan kompetensi pengguna, terhadap kecepatan deteksi dan pelaporan kasus TBC. Metode: Kajian literatur sistematis menggunakan panduan PRISMA 2020. Pencarian dilakukan pada database PubMed, Google Scholar, GARUDA, Scopus, dan WHO Institutional Repository dengan periode 2014–2025. Dua puluh dua artikel memenuhi kriteria inklusi dan disintesis secara naratif. Hasil: Kualitas sistem terbukti signifikan dalam 87% studi yang diinklusi, kualitas informasi menunjukkan konsistensi pengaruh yang lebih rendah (54%), sedangkan kompetensi pengguna berpengaruh signifikan dalam 91% studi. Faktor kontekstual seperti infrastruktur, dukungan kebijakan, dan pembiayaan turut memoderasi efektivitas SIK. Kesimpulan: Kualitas sistem dan kompetensi pengguna merupakan prediktor konsisten efektivitas SIK dalam surveilans TBC. Penguatan kapasitas petugas dan pemutakhiran infrastruktur digital direkomendasikan sebagai prioritas kebijakan untuk mendukung eliminasi TBC 2030



